Kebijakan kepada Guru Penggerak di Tahun 2025
alam Kabinet Merah Putih yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Oktober 2024, terdapat sejumlah figur yang memiliki latar belakang sebagai akademisi dan praktisi pendidikan. Beberapa di antaranya memiliki keterkaitan dengan program Guru Penggerak yang sebelumnya digagas oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim. Berikut adalah profil beberapa menteri yang relevan:reuters.com+7lingkar.co+7nu.or.id+7nasional.tempo.co
1. Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
Prof. Abdul Mu'ti adalah Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Guru Besar Pendidikan Agama Islam di UIN Syarif Hidayatullah. Beliau dikenal sebagai penggerak dalam bidang pendidikan dan memiliki visi yang sejalan dengan semangat transformasi pendidikan melalui pendekatan berbasis kompetensi dan karakter. Meskipun tidak secara langsung terlibat dalam program Guru Penggerak sebelumnya, kepemimpinan beliau di bidang pendidikan diharapkan dapat memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka dan pengembangan profesionalisme guru. en.wikipedia.org+3harian.disway.id+3lingkar.co+3
2. Prof. Dr. Rachmat Pambudy, M.S. – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)
Prof. Rachmat Pambudy adalah Guru Besar di IPB University dengan spesialisasi di bidang kewirausahaan. Beliau memiliki pengalaman dalam pengembangan sektor agribisnis dan pendidikan kewirausahaan. Meskipun tidak memiliki latar belakang langsung dalam pendidikan dasar dan menengah, keahlian beliau diharapkan dapat berkontribusi dalam perencanaan pembangunan sektor pendidikan yang lebih inklusif dan berbasis kompetensi. en.wikipedia.org+1detik.com+1detik.com
3. Yassierli – Menteri Ketenagakerjaan
Yassierli adalah Guru Besar di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan keahlian di bidang teknik industri dan ergonomi. Beliau memiliki pengalaman dalam pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas tenaga kerja. Meskipun tidak terlibat langsung dalam program Guru Penggerak, visi beliau dalam pengembangan kompetensi tenaga kerja dapat mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia. makassarinsight.com+1en.wikipedia.org+1
Secara keseluruhan, meskipun tidak ada menteri dalam Kabinet Merah Putih yang secara langsung berasal dari program Guru Penggerak, latar belakang akademik dan pengalaman para menteri tersebut diharapkan dapat memperkuat implementasi kebijakan pendidikan yang berfokus pada peningkatan kualitas guru dan relevansi kurikulum di Indonesia.tirto.id+6lingkar.co+6suarananggroe.com+6